Menuju Sawah Produktif, Survei Pirit dan Lumpur Jadi Langkah Awal Cetak Sawah Rakyat
BANYUASIN - Tim BRMP Sumatera Selatan melaksanakan survei kesesuaian lahan sebagai tahap awal cetak sawah rakyat di Desa Pulau Harapan, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin pada 13 Mei 2026. Kegiatan ini dilakukan bersinergi antara Kementan RI, Komatsu, PT Pusri, serta OPD Provinsi Sumatera Selatan dalam mendukung percepatan pengembangan lahan pertanian baru di wilayah rawa lebak Sumsel.
Survei dilakukan melalui pengambilan sampel tanah untuk menganalisis kandungan pirit serta pengukuran kedalaman lumpur pada lahan rawa lebak yang menjadi calon lokasi cetak sawah rakyat. Tim melakukan pengecekan langsung di sejumlah titik guna mengetahui kondisi lapisan tanah, tingkat kemasaman, serta karakteristik lahan sebagai dasar penentuan kelayakan sebelum dilakukan pengolahan.
Analisa kandungan pirit menjadi langkah penting untuk mengantisipasi munculnya tanah masam yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman padi. Lapisan pirit yang terbuka akibat pengolahan lahan berpotensi meningkatkan kadar asam tanah dan menurunkan produktivitas. Oleh karena itu, identifikasi kedalaman lapisan pirit perlu dilakukan agar proses pembukaan lahan tidak sampai mengangkat lapisan tersebut ke permukaan.
Selain itu, pengukuran kedalaman lumpur dilakukan untuk mengetahui tingkat kestabilan lahan dan menentukan metode pengolahan yang tepat. Melalui survei awal yang detail dan terukur, program cetak sawah rakyat diharapkan dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, serta mampu mendukung peningkatan produksi pangan dan optimalisasi pemanfaatan lahan rawa di Sumatera Selatan.